Forwarding Ethic
Beberapa waktu yang lalu, saya ikut team building yang dilaksanakan oleh perusahaan di Medan, Sumatera Utara. Dalam perjalanan pulang saya mendapatkan event yang sangat sering kita lihat, tapi jarang diabadikan dalam bentuk foto. Saya jepretlah dengan kamera digital kesayangan (karena cuma satu-satunya). Setelah beberapa hari berlalu, muncul ide untuk men-share-nya kepada teman-teman di milist dan teman-teman kerja saya. Untuk menjamin hak cipta saya (secara elektronik), saya upload ke dua situs fotografi yang mungkin sudah kita sama-sama kenal: fotografer.net dan www.ayofoto.com. Teman-teman bisa lihat fotonya di hyperlink untuk fotografer.net, untuk ayofoto harus login dahulu dan search di galerry a/n yudhistira hayuatma.
Ternyata e-mail saya “berkelana” dari forum ke forum, milist ke milist, dst… Suatu hal yang membanggakan tentunya, karena usaha kecil saya dalam “menyadarkan” moralitas bangsa di respon banyak teman-teman dalam bentuk meneruskannya ke temannya yang lain. Tadi malam kawan saya (randompacking.wordpress.com) menunjukkan e-mail foto saya di dalam salah satu milist yang diikutinya. Beliau ikut bangga atas hasil jepretan saya yang bisa sampai “berkelana” ke dalam milistnya. Namun setelah saya perhatikan, saya menemukan satu kekecewaan kecil di hati; nama saya tidak lagi ada sebagai pengirim awal dari foto tersebut. Ternyata nama saya dihapus sebelum diteruskan lagi, sehingga seakan-akan foto menjadi hasil karya dari penerus e-mail (walau di subjectnya tampak Fw: Fw: yang menunjukkan e-mail sudah diteruskan berkali-kali).
Saran saja, untuk e-mail yang berisi informasi yang memiliki hak kekayaan intelektual, ataupun sekedar HOAX sekalipun jangan dihapus identitas pengirim pertamanya. Karena selain hak, karya tersebut juga mengandung tanggung jawab (misal penyebar isu kesulitan likuiditas bank-bank via e-mail yang ditangkap beberapa waktu lalu).
Khusus untuk foto di bandara polonia medan, saya sendiri tidak begitu menghawatirkan pencurian hak cipta, karena yang saya e-mail adalah foto yang sudah terkompresi (dan memang sengaja saya publish free of charge). Sedang saya masih punya file original yang belum diperkecil sebagai bukti otentik (kalau-kalau ada pihak yang mengambil keuntungan komersial dari foto tadi).
Semoga bermanfaat



Oh My God!!!
Gimana Indonesia mo maju klo etika mansyarakatnya kyk gini…
astaghfirullah.
*hanya berusaha menjadi manusia yg lebih baik.
fickry
November 30, 2008
*edewww
Indah
December 1, 2008
Aku ikut forward di milis kantor tetep nyertain namamu lho ya… Gimana kabar Pak???
priyodjatmiko
March 6, 2009